JAKARTA – Adhyaksa Dault tidak akan membiarkan pembangunan mal dan gedung merajalela di Jakarta. Janji itu akan dibuktikan jika Adhyaksa menang Pilkada DKI 2017 nanti.

“Saya akan moratorium. Tidak boleh ada mal, hotel-hotel besar. Tinjau ulang, termasuk di Senayan. Sudah cukup mal, hotel, universitas. Jangan lagi bangun universitas atau sekolah tinggi,” ujar Adhyaksa, Sabtu (2/4).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dianggap terlalu longgar memberi izin pembangunan. Sayangnya, pembangunan yang dilakukan pengembang mengorbankan ruang terbuka hijau. “Sekarang banyak ruko lima malah dijadikan sekolah tinggi,” kata dia.

Karena itu, Adhyaksa memiliki rencana pada pemerintah pusat untuk memeratakan pembangunan universitas di seluruh provinsi. “Universitas bangun di seluruh kota supaya merata. Agar orang-orang daerah tidak lari ke Jakarta. Harus berani moratorium,” janji Adhyaksa.

Tapi, Adhyaksa juga sadar bahwa keinginannya itu akan membuat banyak pihak kebakaran jenggot. Terutama para pengembang yang selama ini terlihat sesuka hati membangun gedung.

“Pengembang-pengembang Agung Sedayu, Agung Podomoro dan yang lain-lain akan tidak suka. Sembilan naga akan tidak suka nih. Kenapa kalau jadi hotel abis tanah kita. Senayan itu, dulu Bung Karno membangun kan sebenarnya untuk RTH,” ujar mantan Menpora itu.

Sumber: JPNN.COM

Kirim Komentar

Agenda Kegiatan

No results found.

FACEBOOK

Twitter

adhyaksadault.info-kartun adhyaksa Olah Raga 3
Read previous post:
Jakarta Butuh Figur Pemimpin Seperti Adhyaksa Dault

JAKARTA - Peneliti geopolitik Suryo AB mengatakan, Jakarta butuh pemimpin yang tegas, bersih dan teruji agar bisa memperbaiki semua masalah...

Close