Kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Yuyun (14), warga Desa Kasie Kasubun, Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu terus mendapat perhatian publik, termasuk dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Ketua Kwarnas Kak Adhyaksa Dault meminta 14 pelaku pembunuh dan pemerkosa siswi SMP Yuyun dihukum mati. Sebab, kejahatan seksual terhadap anak termasuk jenis kejahatan luar biasa. Sehingga penegakan hukumnya juga harus dilakukan luar biasa.

“Jadi kejahatan seksual itu masuk dalam kejahatan extraordinary crime atau kejahatan luar biasa. Jadi harus dihukum mati jangan 10 tahun ancaman,” katanya, Senin (9/5/2016)

Kwarnas rencananya akan menyampaikan tuntutan hukuman mati kepada Jaksa Agung HM Prasetyo. Menurut Kak Adhyaksa, tuntutan hukuman mati perlu dilakukan, agar kejadian serupa yang menimpa anak-anak sekolah tidak terjadi.

“Dalam waktu dekat ini akan kita agendakan bertemu dengan Jaksa Agung,” jelasnya.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini menambahkan, Kwarnas telah melakukan berbagai upaya untuk dan mencegah anak-anak sekolah dari prilaku‎ pornografi dan pornoaksi. Salah satunya adalah melaporkan banyaknya situs-situs porno anak sekolah ke Mabes Polri, Rabu (4/5)

Kwarnas meminta kepada Kapolri Jenderal Badrodin Haiti untuk menghapus banyaknya konten porno anak sekolah, dan menangkap para penyebarnya. Terlebih mereka yang berani menggunakan judul konten Salam Pramuka dan Salam Osis.

“Kita sudah minta kepada Kapolri untuk menghapus situs-situs porno dan menangkap penyebarnya,” jelasnya.

Film porno tanpa disadari telah membawa kehancuran moral bagi generasi anak bangsa. Kasus Yuyun ini salah satu penyebabnya karena para pelaku mengaku kerap menonton video porno, sehingga memicu terjadinya kejahatan seksual.

Diberitakan sebelumnya Yuyun ditemukan tewas di dalam jurang. Kondisi jenazah korban pun dalam keadaan membusuk. Korban ditemukan dalam keadaan nyaris tanpa busana dengan kaki dan tangan terikat, Senin (4/4/2016).

Peristiwa kelam itu terjadi pada 2 April 2016. Saat itu korban pulang sekolah pukul 13.30 WIB. Dia pulang dengan membawa alas meja dan bendara merah putih untuk dicuci pada upacara bendera Senin depan. Jarak sekolah ke rumah 1,5 kilometer melewati kebun karet.

Pada saat melewati kebun karet korban bertemu dengan 14 pelaku mereka adalah Dedi Indra Muda (19), Tomi Wijaya (19), DA (17), Suket (19), Bobi (20), Faisal Edo (19), Zainal (23), Febriansyah Syahputra (18), Sulaiman (18), AI (18), EK (16) SU (16) BE dan CH.

 

 

Sumber: PRAMUKA.OR.ID

Kirim Komentar

Agenda Kegiatan

No results found.

FACEBOOK

Twitter

adhyaksadault.info-kartun adhyaksa Olah Raga 3
Read previous post:
Mengomentari Sikap Adhyaksa Dault Soal Pornografi

Ketua Kwarnas Pramuka Adhyaksa Dault Serahkan Laporan Soal Pornografi ke Kapolri (www.semarang-post.com). Mencermati gaya kepemimpinan yang ada di negeri ini,...

Close