Jakarta- Mantan Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)  Periode 1989-1992, Silvester Mbete, mengatakan bakal calon gubernur (balongub) DKI Jakarta Adhyaksa Dault bukanlah pemimpin karbitan. Menurutnya, dia telah lama mengenal Adhyaksa secara pribadi semenjak menjadi aktivis mahasiswa di era Orde Baru (Orba).

“Adhyaksa bukanlah pemimpin karbitan,  dia berproses dari bawah sejak menjadi ketua KNPI tingkat kecamatan,” kata Silvester melalui Testimoninya di Kalibata Pancoran Jakarta Selatan, Rabu (25/5).

Silvester juga menambahkan, dia mengenal persis karakter Adhyaksa sebagai seorang pemimpin ketika sama-sama aktif dipergerakan aktivis dimasa orde baru.

“saya secara pribadi sangat kenal beliau sejak  menjadi aktivis mahasiswi dimasa orde baru, karakter beliau sebagai  pemimpin memang sudah terlihat dimasa itu,” ucapnya.

Seperti yang publik tahu, Adhyaksa Dault adalah Menteri Negara Pemuda dan Olahraga dalam kabinet Indonesia bersatu (2004–2009). Dia lahir di Donggala, Sulawesi Tengah, 7 juni 1963. Sebelumnya. dia  pernah bekerja bekerja sebagai penasehat hukum.

Adhyaksa Dault merupakan lulusan Program Magister Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), kemudian berhasil meraih gelar Doktor (S3) Jurusan Teknik Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun 2007.

Suami dari Drg. Mira Arismunandar, ini dikenal aktif berorganisasi. Tahun 1987 sampai 1988, ia dipercaya menjadi Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Hukum USAKTI dan pada tahun yang sama ia dipercaya menjadi Ketua Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia (ISMAHI) Korwil DKI Jakarta. Jabatan Ketua Lembaga Pengkajian Keadilan dan Demokrasi Indonesia (LPKDI) diamanahkan kepadanya dari tahun 1999 hingga 2002. Begitupun sebagai Ketua Ikatan Penasehat Hukum Indonesia (IPHI) Jakarta diembannya dari tahun 1999 sampai 2004.

Selanjutnya dia pernah juga dipercaya menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) tahun 1999 sampai 2002. Kemudian menjadi Ketua Umum Majelis Pemuda Indonesia (MPI) tahun 2003 sampai 2006. Di samping itu ia juga dipercaya sebagai Ketua Badan Pengawas YPI Al Azhar periode 2007-2012.

Di samping sebagai Dosen Pengajar Program Doktoral Jurusan Perikanan dan Kelautan di Universitas Diponegoro dan sebagai Dosen S2 di Universitas Negeri Jakarta, dia juga dipercaya sebagai Ketua Badan Pengawas YPI Al Azhar periode 2007-2012.

Penulis buku Islam dan Nasionalisme: “Reposisi Wacana Universal Dalam Konteks Nasional” ini pernah dipercaya menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) tahun 1999 sampai 2002.

Setelah selesai menjalankan tugas sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga Kabinet Indonesia bersatu Jilid 1 periode 2004 – 2009, Adhyaksa Dault mengabdikan dirinya kembali kepada dunia pendidikan dengan kembali mengajar sebagai Dosen Program Doktor Manajemen Sumberdaya Pantai-Universitas Diponegoro dan menjadi Kandidat Guru Besar pada Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Diponegoro .

Selain mengajar, tugas yang diemban Adhyaksa Dault menjadi Komisaris Independen PT.BRI.Tbk, sejak tahun 2010 sampai sekarang. Di sela-sela kesibukannya, Adhyaksa Dault juga beraktivitas sebagai Ketua Umum VANAPRASTHA, yaitu suatu wadah dari para Penggiat Alam Terbuka dan Aktivis Lingkungan yang berdiri sejak 1976.

Salah satu program yang merupakan ide kreatif seorang Adhyaksa Dault sebagai penggiat alam terbuka dan Aktivis lingkungan di mana sampai sekarang program tersebut masih berlangsung adalah PIP3D ( Promosi Indonesia Pada – Pada Puncak Dunia). Program ini memadukan berbagai macam unsur kegiatan seperti Ekspedisi Pendakian, Touring Sepeda, Talkshow dan Dialog Interaktif sambil mempromosikan pariwisata Indonesia di mancanegara. Pada tahun 2011 kemarin Adhyaksa Dault beserta team yang dipimpinnya berhasil melakukan Ekspedisi Pendakian di Mount Blanc – Prancis, touring sepeda mengelilingi sebagian Eropa Barat serta melakukan Talk show dan dialog interaktif di Prancis dan Belanda.

Selama menjadi menteri, Ayah dari Umar Adiputra Adhyaksa dan Fakhira Putri Maryam Adhyaksa terpilih sebagai “Tokoh Pemuda Terpopuler 2007” oleh polling Reform Institute. Popularitasnya ini merupakan akibat logis dari kinerja yang ditebarkannya. Adhyaksa dinilai oleh publik (responden polling Reform Institute) mampu menunjukkan kualitasnya di lingkungan birokrasi sebagai menteri yang mampu menggerakkan pembangunan kepemudaan dan keolahragaan di Indonesia.

Kirim Komentar

Agenda Kegiatan

No results found.

FACEBOOK

Twitter

adhyaksadault.info-kartun adhyaksa Olah Raga 3
Read previous post:
Adhyaksa Dault Dikenal Sebagai Pemimpin Yang Bersih
Adhyaksa Dault Dikenal Sebagai Pemimpin Yang Bersih

Jakarta-Mantan Aktivis 1998 yang kini menjabat Ketua Umum Persaudaraan Etnis Nusantara (Persaudaraan PENA), Achmad Suhawi, memberikan dukungan untuk bakal calon...

Close