Jakarta – Setelah membaca aksi Pramuka peduli di daerah bagian I, II dan III kini kita masuk pada aksi pramuka peduli bagian ke IV. Pada bagian ini tim mencoba kembali merangkum sejumlah aksi peduli di daerah melalui karya nyata Pramuka demi memberikan pelayanan kepada masyarakat, lingkungan, bangsa dan negara.

Aksi Peduli Pramuka adalah salah satu program unggulan yang dibuat dimasa Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault, dengan jargon “Scout For Change” atau Pramuka untuk perubahan. Langsung saja, aksi pramuka peduli berikutnya datang dari Jawa Barat.

16. Aksi Pramuka Peduli di Garut

_img_000000_000000_1474901137047

Garut – Intensitas hujan yang tinggi pada Selasa (20/9/2016) malam pukul 23.00 WIB telah menyebabkan Sungai Cimanuk dan Sungai Cikamuri meluap. Akibatnya, banjir bandang

menerjang kecamatan Bayongbong, Garut Kota, Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, Banyuresmi, Karangpawitan, Kabupaten Garut pada Rabu (21/9) pukul 01.00 WIB.

Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka langsung bertindak cepat dengan mengirimkan Andalan Nasional Bidang Pengabdian Masyarakat dan Siaga Bencana Kak Eko Sulistio. Setiba dari Myanmar usai mendistribusikan daging kurban ke suku Rohingya, Kak Eko langsung menuju ke lokasi bencana di Garut.

Bersama timnya Kak Eko membawa pakaian anak lima karung, sarung dan selimut dua karung, daging kaleng 1000 pcs, mie instant 10 kardus, beras lima karung dan lima personil dengan kemampuan water rescue dengan peralatan yang lengkap. ‎

“Peralatan kita bawa alat pompa air untuk membersihkan lumpur di rumah warga dan di rumah sakit dan sekolah-sekolah. Ini adalah bantuan tahap awal,” ujar Kak Eko saat dihubungi, Kamis (22/9/2016). ‎

Menurutnya, aksi kemanusiaan ini sekaligus untuk membackup dan mensupport Abdimasgana Kwarcab Garut. Berdasarkan hasil pantuan Kak Eko, sampai saat ini tim sar masih melakukan pencarian para korban yang dinyatakan hilang. ‎”Kita libatkan juga Pramuka di Garut untuk membantu mencari para korban,” jelasnya. ‎

Kampung Bojong Sudika, RW 19, Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, merupakan salah satu titik terparah terkena banjir bandang. ‎Di kawasan padat penduduk itu diketahui sebanyak 160 rumah porak poranda, 22 korban meninggal ditemukan dan 8 orang hilang sampai Rabu (21/9/2016) malam.‎

Sementara itu, sesuai keterangan dari tim identifikasi yang berada di Rumah Sakit Guntur TNI AD, jenazah korban bencana banjir yang terdata sebanyak 23 orang dan 22 orang belum ditemukan. Data tersebut tercatat sampai Rabu malam. ‎

“Korban kemungkinan bertambah, sampai sekarang tercatat 45 orang. 23 orang diketahui meninggal setelah ditemukan tim evakuasi dan 22 korban dilaporkan masih dalam pencarian,” terang dokter polisi dari Polres Garut, Endah Krisnawati. ‎

Sampai berita ini diturunkan belum bisa dipastikan jumlah pasti korban meninggal akibat bencana banjir di Garut. Apalagi keterangan warga yang merasa kehilangan sanak saudara dan tetangganya masih didata oleh pemerintah setempat.‎

Sumber: pramuka.or.id

17. Aksi Pramuka Peduli di DKI Jakarta

_img_000000_000000_1474901378744
Jakarta – Sylviana Murni menyalami adik-adik pramuka penegak yang sedang bertugas menjadi relawan yang membantu pemudik di Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat.

Keesokan harinya, Sylvi yang menjabat Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Kebudayaan dan Pariwisata, memberi semangat kepada pramuka penegak yang bertugas menjadi relawan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Bersama, adik pramuka, dia ikut membantu mengangkat kardus milik perempuan berusia 70 tahun yang akan mudik ke Sulawesi.  Perempuan ini naik KM Ciremai membawa 10 kardus untuk keluarganya di kampung.

“Saya kagum, adik-adik pramuka tetap semangat walau mereka berpuasa dan diterpa terik matahari,” kata Sylviana, yang sejak 2014 menjadi Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DKI Jakarta.

Sylviana menjelaskan masing-masing kwartir cabang di Jakarta mengerahkan 25 pramuka penegak (16-20 tahun) menjadi tim Pramuka Peduli Lebaran. Mereka menjadi relawan sejak lima hari sebelum Lebaran hingga 3 hari sesudahnya.

Tugas mereka membantu petugas agar para pemudik aman dan nyaman di stasiun atau terminal. Di Pelabuhan Tanjung Priok misalnya, pramuka memeriksa tiket penumpang dan mengarahkannya ke kursinya.  Termasuk ikut membantu bawang bawaan milik penumpang yang lanjut usia atau perempuan hamil atau berkebutuhan khusus.

Di Terminal Kampung Rambutan, kata Sylvi pada Selasa, 5 Juli 2016, adik-adik pramuka membantu penumpang naik ke dalam bus dan membersihkan sampah yang berserakan. Mereka juga mengingatkan warung makan yang tetap buka untuk menutup pintu dan tirainya.

Sylviana yang pernah menjadi Wali Kota Jakarta Pusat ini menjelaskan para pembina melakukan pelatihan kepada penegak yang akan menjadi relawan. Materinya antara lain antisipasi dan penanganan kebakaran, pertolongan pertama pada kecelakaan, dan lainnya.

Menurut Sylvi, kegiatan Pramuka Peduli Lebaran merupakan bagian dari pendidikan. “Ini mengasah kepekaaan sosial adik-adik pramuka,” kata Guru Besar di Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka, Jakarta. Walaupun letih, katanya, mereka senang dapat membantu orang lain.

“Saya memang ingin menolong orang yang ingin mudik,” kata Heri Firdaus, pramuka penegak yang gugus depannya berpangkalan di SMK 39 Jakarta. Pelajar kelas 11 itu mengajukan diri menjadi tim Pramuka Peduli Lebaran Kwarcab Jakarta Puat.

Motivasi serupa disampaikan Yuniar yang bersama Heri, menjadi relawan di Stasiun Senen, Jakarta Pusat.  Tahun lalu, Yuniar pernah terlibat di Pramuka Peduli Lebaran.

Meski tidak diberi bayaran, katanya, dia antusias ikut lagi tahun ini. Remaja berusia 16 tahun mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan ini. “Pertama, pingin tahu aja. Pas masuk, saya jadi lebih berani berinteraksi dengan masyarakat, tahu karakter orang-orang lain,” katanya.

Hingga lima hari sebelum Lebaran, ada 13.904 penumpang yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen. . Para pemudik itu mendapat bantuan dari pramuka penegak yang menggunakan rompi bertuliskan ‘Pramuka Peduli’ di bagian punggungnya.

Tanpa kenal lelah, mereka membantu para pemudik sesuai dengan janjinya dalam Dasa Dharma yaitu ‘pramuka itu rela menolong dan tabah.’

Selain untuk wadah pendidikan, kata Sylviana, kegiatan Pramuka Peduli Lebaran juga bentuk kepedulian organisasi Gerakan Pramuka terhadap lingkungannya.

Sumber: tempo.co

18. Aksi Pramuka Peduli di Bangka Belitung

_img_000000_000000_1474901518202

Bangka Belitung, Baru saja sampai, Pramuka Bahari peserta pelayaran lingkar nusantara VI Sail Karimata 2016 sudah mengagendakan beragam kegiatan. Salah satunya kegiatan bakti sosial (baksos) di masyarakat musholla Al-Amin Kelurahan Kuto Panji Kecamatan Belinyu Kab. Bangka Provinisi bangka belitunng. Minggu (25/9).

Kurangnya antusias dan perhatian pemuda terhadap warga yang tinggal ditempat terpencil, sehingga Pramuka Bahari ingin membangun rasa kepedulian tersebut melalui kegiatan bakti sosial. Kegiatan ini juga merupakan kelanjutan dari membangun keakraban antar sesama.

Baksos ini dibuka langsung oleh komandan satuan tugas pelantara VI Kolonel (P) R Eko Suyatno SE.MM. Ia mengatakan sejumlah bahan pokok diberikan dalam kegiatan tersebut, misalnya beras, minyak goreng, dan sejumlah bahan lainnya. Termasuk merenovasi masjid.

“Ini untuk meningkatkan rasa sosial di antara peserta, untuk berbagi,” katanya.

Sementara itu, ketua pengurus masjid, Kak Dulhadi mengaku senang dengan bantuan ini. Bahan pokok ini akan dibagikanj pada nasyarakat sekitar yang berhak. “Atas nama jemaah, kami mengucapkan terima kasih kepada adik-adik Pramuka bahari. Kini, masjid ini sudah terlihat indah karena dicat dan beberapa puing serta dinding bangunan sudah bersih,” demikian ungkap nya.

Sumber: pramuka.or.id

19. Aksi Pramuka Peduli dan Disney

_img_000000_000000_1474901582419

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Usia bukan penghalang untuk bisa berbuat lebih dan memberi kontribusi bagi lingkungan. Melalui Time Please, The Walt Disney Indonesia dan Gerakan Pramuka mengajak anak-anak sekolah untuk turut berperan aktif dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Country Director Disney Consumer Product dari The Walt Disney Company Indonesia, Mochtar Sarman, mengatakan ide Time Please berawal dari kegiatan sosial yang rutin diselenggarakan oleh The Walt Disney Company Indonesia. Dalam berbagai kegiatan sosial tersebut, para karyawan seringkali mengajak anak-anak mereka untuk turut serta melakukan aksi-aksi sosial.

The Walt Disney Company Indonesia kemudian melihat bahwa anak-anak sangat antusias untuk mengambil peran dalam kegiatan sosial yang mereka selenggarakan. “Timbullah ide Time Please. Tujuannya mengajak anak-anak untuk memberikan kontribusi pada masyarakat dalam kegiatan sosial,” jelas Mochtar saat ditemui dalam peluncuranTimePause.id di Gandaria City Mall, akhir pekan ini.

The Walt Disney Company Indonesia kemudian menggandeng Gerakan Pramuka yang dinilai memiliki visi sama dalam hal pengabdian terhadap masyarakat melalui gotong-royong. Oleh karena itu, The Walt Disney Company Indonesia tidak hanya sekadar menjadikan Time Please sebagai program kegiatan sosial semata, tetapi sebagai ajang perlombaan bagi para anggota pramuka berusia tujuh hinga 15 tahun di lima kota besar Indonesia yaitu Jakarta, Bandung, Medan, Semarang dan Surabaya.

Melalui Time Please, para peserta lomba yang merupakan anak-anak sekolah ini dapat memilih kategori kegiatan sosial yang akan mereka lakukan. Kategori kegiatan sosial tersebut ialah Kesehatan dan Sanitasi, Lingkungan dan Konservasi, Literasi atau Pendidikan dan Kesadaran Sosial. Kegiatan-kegiatan sosial yang akan dilakukan oleh para peserta juga sekaligus mencerminkan sembilan nilai dalam Pramuka Gerakan Aksi Untuk Lingkungan (GAUL).

Dalam pelaksanaan kegiatan sosial, anak-anak pramuka dapat mengajak keluarga hingga tetangga untuk ikut serta dalam menjalankan aksi sosial yang mereka rencanakan. Peserta Time Pleasedengan kegiatan sosial terbaik dan waktu kontrivusi terbanyak nantinya akan dipilih sebagai pemenang.

“Ada sifat gotong-royong, kebersamaan dan kekeluargaan yang sangat cocok dengan sifat kepramukaan,” terang Mochtar.

Untuk bisa berpartisipasi dalam Time Please, Mochtar mengatakan peserta lomba dapat mendaftarkan diri melalui laman resmiTimePlease.id. Setelah melakukan registrasi, para peserta dapat memasukkan deskripsi kegiatan sosial yang mereka lakukan dan berapa lama waktu yang dihabiskan dalam melaksanakan kegiatan tersebut.

Sumber: republika.co.id

20. Pramuka Lestarikan Tarian Maluku Yang Hampir Punah

_img_000000_000000_1474901684206

Jakarta, Pelaksanaan Jambore Nasional ke X menampilkan berbagai macam seni dan budaya nusantara dari Sabang sampai Maraoke yang diperagakan oleh anak-anak usia 11-15 tahun dari pramuka penggalang.

Salah satu penampilan yang menarik adalah ‎tarian tradisional Pata Cengke yang diperagakan oleh peserta dari Kontingen Maluku. Menariknya, tarian tradisional ternyata hampir punah, dan kini dihidupkan kembali pada perhelatan akbar Jamnas. ‎‎

“Malam ini kami akan mempersembahkan tarian tradisional khas Maluku yaitu tarian Pata Cengkeh, tarian yang benar-benar asli dari Indonesia tanpa ada campuran dari manapun,” tutur Kak Fin selaku pendamping peninjau dari Kontingen Maluku saat acara kegiatan pentas seni, Selasa (16/8/2016).

Dimainkan oleh delapan orang, ‎tarian ini juga bertujuan untuk mengingatkan kembali kepada generasi muda Indonesia bahwa di Maluku ada tarian yang zaman dulu sangat tenar, namun sekarang banyak ditinggalkan oleh para generasi muda. ‎‎

“Kami mengenalkan tarian tradisional ini supaya adik-adik peserta Jamnas 2016 tahu bahwa sampai saat ini masih ada tarian yang benar-benar asli dari Indonesia, yang harus kita jaga dan lestarikan agar tidak punah digeser masa,” Pesannya.

Kak Fin pun berjanji, tarian ini akan selalu diajarkan oleh anggota pramuka demi menjaga eksistensi seni dan budaya Maluku sebagai bagian dari keragamaan bangsa Indonesia.

Sumber: Jamborenasional.com

Kirim Komentar

Agenda Kegiatan

No results found.

FACEBOOK

Twitter

adhyaksadault.info-kartun adhyaksa Olah Raga 3
Read previous post:
Adhyaksa Dault Minta Dukungan Megawati soal RUU Pramuka

Jakarta - Jajaran Kwartir Nasional Praja Muda Karana (Pramuka) berdiskusi dengan Presiden RI Kelima, Megawati Soekarnoputri, di kediamannya di Jalan...

Close