Penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Pramuka tahun 2018 | Foto: Dok. Humas Kwarnas

BOGOR – Lagu Padamu Negeri bergema mengiringi Penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Pramuka tahun 2018. Diikuti Pimpinan Kwarnas, Andalan Nasional, 34 Ketua Kwarda, Pimpinan Saka Tingkat Nasional, Pimpinan Sako Tingkat Nasional, dan Dewan Kerja, Rakernas ditutup oleh Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Kak Adhyaksa Dault di Royal Safari Garden Hotel, Cisarua, Bogor pada Sabtu (24/2/2018) malam.

Berdasarkan pantauan di lokasi, para peserta Rakernas penuh hikmat menyanyikan lagu Padamu Negeri. “Terima kasih atas kesediaan Kakak-kakak semua di sini. Semoga Kakak-kakak panjang umur, sehat wal afiyat,” kata Kak Adhyaksa Dault dalam sambutannya.

Adhyaksa bersyukur usulan menjadikan tanggal lahir Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebagai Hari Bapak Pramuka Indonesia diterima semua peserta Rakernas. Ia meminta agar setiap tanggal 12 April di daerah-daerah dilakukan renungan untuk mengenang Bapak Pramuka Indonesia.

“Saya mengikuti perjalanan hidupnya, sangat pantas kita memperingatinya. Selain Bapak Pramuka Indonesia, Sri Sultan Hamengku Buwono IX juga Bapak Bangsa Indonesia. Perjuangannya diakui sebelum dan setelah kemerdekaan Indonesia, sehingga pantas Kak Sultan dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Pemerintah. Di dunia ini, banyak orang berharap uang, pamrih dari jabatan, namun tidak dengan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka pertama itu,” terangnya.

Di awal kemerdekaan, Kak Sultan menyumbang 6,5 juta Gulden untuk membiayai kebutuhan pemerintah Indonesia di masa-masa yang teramat sulit. “Yogyakarta sudah tidak punya apa-apa lagi, silakan lanjutkan pemerintahan ini di Jakarta,” begitu kata Kak Sultan ketika menyerahkan uang tersebut. Hal ini membuat Soekarno tak sanggup menahan air matanya.

Banyak kisah keteladanan dari Kak Sultan yang belum diketahui generasi sekarang. Berdiri dan hidupnya Gerakan Pramuka di 34 Provinsi hingga sekolah-sekolah di Indonesia, bahkan di luar negeri hari ini tidak lepas dari perannya.

Setelah diamanahi sebagai Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka oleh Presiden Soekarno pada 1961, Kak Sultan langsung bekerja. Ia mengimbau agar setiap provinsi membentuk Kwartir Daerah. Imbauan ini disambut baik oleh seluruh provinsi. Perlahan namun pasti Gerakan Pramuka menjadi pilihan utama pembentukan karakter generasi muda di berbagai daerah, dengan ciri khas kegiatan luar ruangannya yang membahagiakan anak-anak Indonesia.

“Di usia Gerakan Pramuka yang sudah 56 tahun ini, tantangannya semakin beragam. Generasi hari ini perlu visi kuat serta akhlak yang baik. Salah satu metode paling efektif dalam pendidikan budi pekerti adalah dengan menyampaikan fakta-fakta keteladanan, keikhlasan. Dan fakta-fakta tersebut ada dalam rekam jejak Kak Sultan, Bapak Pramuka Indonesia, Bapak Bangsa Indonesia,” pungkasnya. (MSA/AK)

Kirim Komentar

Agenda Kegiatan

No results found.

FACEBOOK

Twitter

adhyaksadault.info-kartun adhyaksa Olah Raga 3
Read previous post:
Penyeragaman Baju Pramuka, Kwarnas dan PT Sritex Teken MoU

BOGOR – Dalam rangka penyeragaman bahan seragam, pakaian dan atribut Pramuka, Kwartir Nasional (Kwarnas) mengikat kerja sama dengan PT Sritex...

Close