Foto: Dok.Humas Pramuka Peduli Kwarcab Banyumas

BREBES – Aksi sosial yang dilakukan Satgas Pramuka Peduli dalam bencana banjir dan tanah longsor di Desa Capar, Kecamatan Brebes, tidak hanya sebatas evakuasi korban dan material. Lebih dari itu, Pramuka bahkan harus bekerja menyiapkan makanan di dapur umum untuk para pengungsi tiga kali dalam sehari.

Tercatat ada 669 pengungsi korban banjir bandang yang ditempatkan di Balai Desa Windusakti Kecamatan Salem. Mereka terdiri dari anak-anak, remaja, orang dewasa dan orang tua. Tim Ubaloka dan Pramuka Peduli yang didatangkan dari berbagai kabupaten di Jawa Tengah ini setiap hari berganti bertugas melayani masyarakat.

“Ada 200 relawan yang kita kerahkan untuk membantu masyarakat melayani kebutuhannya. Seperti menyiapkan makanan dan minuman, serta kebutuhan air bersih dan lain-lain,” ujar Kak Ady Candra Ancu, anggota Pramuka Peduli Kwarcab Banyumas yanh ikut membantu aksi kemanusiaan ini, Rabu 28 Februari 2018.

Menurutnya relawan Pramuka setiap hari bergantian. Selain menyiapkan makanan, ada juga yang bertugas membersihkan lumpur di rumah-rumah warga. Mereka siap bekerja 24 jam untuk masyarakat tanpa dibayar alias sukarela. Ia bersyukur, setiap hari relawan Pramuka didatangkan dari berbagai daerah.

“Dari Pramuka Peduli Kwarcab Banyumas atau Ubaloka Banyumas setiap hari dikirim 20 orang untuk membantu penanganan bencana di Brebes,” jelasnya.

Dalam setiap penanganan bencana, menurutnya, jiwa korsa Pramuka sangat kuat. Mereka siap membantu siapa pun dan kapan pun tanpa memandang perbedaan suku, ras, dan agama. Misalnya seperti bencana di Brebes saat ini. Para relawan Pramuka tidak hanya datang dari Brebes, tetapi juga dari Jakarta, Jawa Barat dan juga daerah-daerah lain.

“Di Ubaloka ini memiliki semboyan ‘Yuana Pratidina Bhakti Yojana’, artinya kapan pun dan di mana pun siap memberikan pertolongan kemanusiaan tanpa memandang asal-usulnya. Dan saya kira semua Pramuka memiliki prinsip dasar yang sama,” tandasnya. (HA/AK)

Kirim Komentar

Agenda Kegiatan

No results found.

FACEBOOK

Twitter

adhyaksadault.info-kartun adhyaksa Olah Raga 3
Read previous post:
Pembina Pramuka Tak Boleh Gagap Teknologi

JAKARTA - Perubahan zaman tidak terhindarkan. Demikian juga dengan teknologi, terus mengalami perkembangan. Pembina Pramuka harus adaptif dan tidak boleh...

Close