Andalan Nasional Kwarnas Gerakan Pramuka Urusan Pengabdian Masyarakat dan Siaga Bencana (Abdimasgana) Kak Eko Sulistio saat mendatangi lokasi bencana tanah longsor dan banjir di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.(Foto: Dok. Humas Kwarnas)

JAKARTA – Bencana banjir dan longsor di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes tidak hanya menelan korban masyarakat biasa. Tiga Pramuka juga menjadi korban dalam tragedi memilukan tersebut, yakni Kak Radam, Kak Windi, dan Kak Sujono.

Berdasarkan informasi dari Andalan Nasional Kwarnas Gerakan Pramuka Urusan Abdimasgana Kak Eko Sulistio, tiga korban sudah ditemukan, satu dalam keadaan selamat yakni Kak Windi, dan dua korban lagi ditemukan dalam keadaan meninggal.

Kak Windi (19), ia adalah anggota DKR Gerakan Pramuka Kecamatan Salem, ditemukan pada hari pertama Kamis 22 Februari dalam kondisi patah kaki, patah tulang rusuk, dan luka ginjal. Sampai saat ini Kak Windi dikabarkan masih dirawat di Rumah Sakit Margono, Purwokerto, Jawa Tengah.

Lalu Kak Radam (50) pembina Pramuka yang juga guru SD. Beliau ditemukan di hari kedua Jumat 23 Februari 2018. Pada saat ditemukan Tim SAR, jenazah Kak Radam sudah tidak utuh lagi. Terakhir Kak Sujono (50) Andalan Ranting Kwarran Salem, yang juga bekerja di Bumi Perkemahan Pramuka Pusdiklatcap Brebes, ditemukan hari ke delapan.

“Alhamdulillah tiga anggota Pramuka yang terkena bencana longsor di Brebes sudah berhasil ditemukan. Terakhir Kak Sujono, ditemukan kemarin hari Jumat dalam kondisi sudah meninggal, ” ujar Kak Eko, Sabtu (3/3/2018).

Menurutnya, jenazah Kak Sujono hampir tidak utuh karena sudah terlalu lama tertimbun tanah. Namun, jasadnya masih bisa dikenali. Kak Eko bersyukur berkat kerja keras semua pihak, baik Basarnas, BNPB, Pramuka, TNI, Polri, maupun masyarakat, satu per satu korban bisa dievakuasi. Meski berdasarkan data masih ada korban yang belum ditemukan.

“Alhamdulillah setelah lebih dari seminggu, pencarian kemarin menuai hasil. Semoga korban yang lain masih bisa ditemukan,” jelasnya.

Kak Eko mengatakan, Basarnas memang memutuskan evakuasi penanganan bencana dihentikan, karena sudah lebih dari satu minggu. Tapi masyarakat di sekitar lokasi tetap ada saja yang berninisiatif untuk melakukan pencarian sendiri. Ditemukannya Kak Sujono adalah hasil inisiatif masyarakat.

“Memang dari Basarnas sudah diputuskan untuk dihentikan, tapi masyarakat masih ada yang berninisiatif untuk mencari sendiri,” jelasnya.

Kak Eko terlibat dalam penanganan bencana bersama Tim Pramuka Peduli. Selain membantu mengevakuasi, relawan Pramuka juga membantu membersihkan lumpur dan kotoran di rumah-rumah warga. Mereka juga setiap hari bertugas menyiapkan makanan untuk 600 pengungsi.

Kak Eko juga mengajak kepada seluruh Pramuka di Tanah Air untuk ikut mendoakan yang terbaik kepada tiga Pramuka yang terkena bencana di Brebes. Tidak hanya itu, sebagai bentuk kepedulian, kakak-kakak Pramuka juga bisa memberikan bantuan untuk diserahkan kepada keluarga korban. (HA/AK)

Kirim Komentar

Agenda Kegiatan

No results found.

FACEBOOK

Twitter

adhyaksadault.info-kartun adhyaksa Olah Raga 3
Read previous post:
Penanganan Longsor Brebes Dihentikan, Relawan Pramuka Boleh Pulang

JAKARTA - Penanganan bencana banjir dan longsor di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem Kabupaten Brebes dilakukan Satgas Pramuka Peduli sampai...

Close