JAKARTA – Kwarnas Gerakan Pramuka dalam Musyawarah Nasional (Munas) tahun 1988 di Dilli, Timor-Timor (sekarang Timor Leste) menganugerahkan gelar Bapak Pramuka Indonesia kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta, GKR Mangkubumi mengaku bangga menjadi cucu Bapak Pramuka Indonesia tersebut.

“Rasanya menjadi cucu Bapak Pramuka Indonesia tentu kami sangat bangga atas peran dan juga tentunya apa yang sudah beliau perjuangkan untuk bangsa ini, utamanya untuk Pramuka,” ujar GKR Mangkubumi, Rabu (11/4/2018).

“Kita harus bangga menjadi Pramuka Indonesia, kita harus bangga bahwa Pramuka menjadikan karakter pemuda-pemudi Indonesia ini menjadi lebih baik, kemudian kami juga percaya bahwa dengan kepemimpinan yang punya latar belakang Pramuka itu warnanya akan lain, berbeda, dan juga semangatnya akan berbeda, tentunya dengan berlandaskan Pramuka membangun Indonesia menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Menurut GKR Mangkubumi, Sultan HB IX punya harapan besar terhadap Gerakan Pramuka, yaitu Pramuka terus maju, berkarya, dan ada di setiap lapisan masyarakat paling bawah. “Jadi, Pramuka tidak hanya berbasis di sekolah, tapi di masyarakat,” tegasnya.

GKR Mangkubumi menambahkan, sebelum Sultan HB IX wafat, saat ada acara di Jepang dirinya pernah menari di depannya. “Di situ kami merasakan bahwa kalau dulu kita dekat itu kan takut, tapi pada waktu di Jepang itu karena kami bersama-sama, di situ saya merasakan jiwa negarawan beliau yang sangat luar biasa, tapi tetap bagaimana pun beliau adalah orang Jogja,” ungkapnya.

“Yang mana tetap low profile, dan di situ kelihatan sekali bahwa meskipun beliau itu raja, tapi beliau itu mendedikasikan diri untuk memang mengabdi pada masyarakatnya, dan tentunya untuk Indonesia,” papar orang nomor satu di Gerakan Pramuka DIY ini.

Menurutnya, ada satu pesan Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang sampai saat ini dia ingat. “Yaitu kita harus bangga menjadi warga negara Indonesia, menjadi manusia Indonesia yang mempunyai banyak sekali kebudayaannya dan juga tentunya sejauh-jauh kita sekolah di luar Indonesia, di barat, tapi di mana pun kita berpijak kita harus bangga menjadi orang timur. Itu yang selalu saya ingat,” akunya. (MSA/AK)

Kirim Komentar

Agenda Kegiatan

No results found.

FACEBOOK

Twitter

adhyaksadault.info-kartun adhyaksa Olah Raga 3
Read previous post:
Peringatan Hari Bapak Pramuka Indonesia Digelar di Yogyakarta

JAKARTA – Malam ini, 11 April 2018, anggota Gerakan Pramuka akan mengadakan renungan dan refleksi mengenang Bapak Pramuka Indonesia, Sri...

Close