Foto: Dok. Humas Kwarnas

YOGYAKARTA – Renungan malam menandai peringatan Hari Bapak Pramuka Indonesia di Keraton Yogyakarta, Rabu (11/3). Renungan ini digelar jelang hari lahir Sultan Hamengkubuwono IX pada 12 April 1912.

Sultan telah didapuk sebagai Bapak Pramuka Indonesia pada Munas Gerakan Pramuka tahun 1988 di Dili, Timor Timur (sekarang Timor Leste). Namun, baru kali ini hari lahirnya diperingati sebagai Hari Bapak Pramuka Indonesia.

Sekitar 500 Pramuka dari Kwarcab Gerakan Pramuka se-Daerah Istimewa Yogyakarta dan ketua Kwarda se-Indonesia mengikuti peringatan ini.

Sejumlah tokoh juga tampak mengikuti acara ini, di antaranya Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault, Sultan Hamengkubuwono XI, GKR Mangkubumi, dan lain-lain.

Dikelilingi lilin Tunas Kelapa, peringatan berlangsung khidmat. Acara diawali Pembacaan SK Kwartir Nasional Gebrakan Pramuka nomor 046 tahun 2018 tentang Peringatan Hari Bapak Pramuka Indonesia.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan biografi Sultan Hamengkubuwono IX oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault.

“Meski beliau berpendidikan di Barat, namun itu tidak mengakibatkan karakternya sebagai orang Indonesia, sebagai orang Timur, luntur,” ungkap Adhyaksa.

Adhyaksa menyebut, hari lahir Sultan Hamengkubuwono IX sangat layak diperingati sebagai hari Bapak Pramuka Indonesia. Pasalnya, sangat banyak jasa Sultan untuk Gerakan Pramuka.

“Presiden Soekarno menerima konsepsi Pramuka dari Kak Sultan dan tim. Tanggal 14 Agustus 1961, Presiden Soekarno menyerahkan Panji Gerakan Pramuka kepada Sultan. Tidak mudah menyatukan sekitar 60 golongan kepanduan saat itu. Tapi berkat ketokohan dan hubungan erat antara Bung Karno dan Sultan, akhirnya pandu-pandu itu bisa disatukan dalam satu wadah, yaitu Gerakan Pramuka,” jelasnya.

Tak hanya itu, Sultan juga memprakarsai terwujudnya Jambore Nasional pertama tahun 1973 di Situ Baru, Jakarta.

“Beliau bekerja ikhlas, tanpa pamrih. Tanpa pencintraan. Karena Pramuka dan keikhlasan tak dapat dipisahkan,” pungkas Adhyaksa.

Acara diakhiri pembacaan renungan mengenai jasa-jasa Sultan terhadap Gerakan Pramuka dan rakyat Indonesia diikuti doa bersama. (AK)

Kirim Komentar

Agenda Kegiatan

No results found.

FACEBOOK

Twitter

adhyaksadault.info-kartun adhyaksa Olah Raga 3
Read previous post:
Mengenang Bapak Pramuka Indonesia

Oleh: Adhyaksa Dault, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka HARI ini 12 April, tepat 106 tahun lalu beliau lahir. Ratusan orang...

Close