MYANMAR – Waka Kwarnas Bidang Pengabdian Masyarakat dan Siaga Bencana (Abdimasgana) M. Herindra mengatakan, walau tahun ini dana sangat minim, Kwarnas Gerakan Pramuka kembali menyalurkan bantuan untuk pengungsi Rohingya. Bantuan tersebut diberikan kepada pengungsi Rohingya di kamp-kamp pengungsian Rakhine State, Myanmar.

“Tahun ini kebetulan dananya sangat minim, tapi bagaimana pun kita harus tetap jalan. Anggaran terbatas, tapi dengan segala daya dan upaya dan dibantu masyarakat, sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik,” ujar M. Herindra di kediamannya.

Mantan Danjen Kopassus ini membeberkan rahasia Kwarnas Gerakan Pramuka tetap bisa menyalurkan bantuan untuk pengungsi Rohingya di Myanmar meski dengan keterbatasan dana. Menurutnya, Kwarnas Gerakan Pramuka mempunyai jaringan yang luas.

“Kemudian di samping itu masalah kemanusiaan kita juga kemarin membuka bumbung kemanusiaan. Dana tersebut dikumpulkan dari seluruh masyarakat. Gudep-gudep dari seluruh Indonesia buka bumbung kemanusiaan kemudian disalurkan melalui kita,” ungkapnya.

Bantuan tersebut, kata dia, dimanfaatkan sebaik-baiknya dan dilaporkan secara transparan. Pihaknya sangat mengapresiasi adik-adik Pramuka yang selama ini dengan kesadaran sendiri dan dibantu masyarakat mengadakan aksi bumbung kemanusiaan. “Mereka door to door kepada masyarakat,” ucapnya.

Andalan Nasional Kwarnas Gerakan Pramuka urusan Abdimasgana Eko Sulistio menjelaskan, pihaknya menyalurkan paket bantuan berupa bahan makanan untuk 1050 kepala keluarga di beberapa kamp pengungsian muslim Rohingya Myanmar. Di antaranya, De Oaine Camp Refugee, Maung Nibro Camp Refugee, Kong Saung Camp Refugee, Maung Tinya Camp Refugee, dan Say Thar Maji Camp Refugee.

“Yang sudah didistribusikan bantuan sampai saat ini adalah beras total sebanyak 31.500 kg atau setara dengan 31 ton beras, minyak goreng 3000 liter, bawang merah 3000 kg, kacang-kacangan 3000 kg, gula 3000 kg, mie kuning 2000 pak, mie putih 2000 pak, garam 1000 kg, tepung 3000 kg, susu 4000 kaleng,” ujar Eko Sulistio di lokasi pengungsian, Sabtu (9/6/2018).

Program kemanusiaan Ramadan 1439 H/2018 M ini dilakukan pada 29 Mei – 12 Juni 2018. Relawan Pramuka ini memaparkan, pihaknya sempat terkendala dengan adanya badai topan moon soon. Hal ini diperparah dengan kondisi di sana yang setiap harinya hujan dan tanah berlumpur, yang mengakibatkan akses menuju ke lokasi kamp-kamp pengungsian mengalami kesulitan.

Sementara itu, kondisi di kamp-kamp pengungsian memprihatinkan. “Water sanitation buruk, kotoran manusia di mana-mana, dan anak-anak banyak menderita gizi buruk,” tambah relawan Pramuka ini yang sudah sering mendistribusikan bantuan untuk pengungsi Rohingya di Myanmar.

Relawan Pramuka ini selama di Myanmar menggunakan nomor lokal ini, yakni +95 9443 404 408. (MSA/AK)

Kirim Komentar

Agenda Kegiatan

No results found.

FACEBOOK

Twitter

adhyaksadault.info-kartun adhyaksa Olah Raga 3
Read previous post:
Kwarnas Gerakan Pramuka Kutuk Keras Israel yang Tewaskan Razan Al Najjar

JAKARTA – Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka mengutuk keras tindakan Israel yang membunuh seorang paramedis Palestina, Razan Al Najjar. Seluruh...

Close