JAKARTA – Beberapa kegiatan di Gerakan Pramuka dilakukan di Taman Makam Pahlawan. Ternyata, kegiatan Pramuka di Taman Makam Pahlawan itu memiliki alasan yang tidak banyak diketahui orang. Apa alasannya?

Wakil Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Slamet Budi Prayitno menjelaskan, kedatangan Pramuka ke Taman Makam Pahlawan adalah bagian dari prosesi kegiatan pelantikan, ulang janji, dan renungan suci. Ia mencontohkan prosesi pelantikan, biasanya dimulai dengan penugasan, pengembaraan, dan berakhir salah satunya di Taman Makam Pahlawan.

“Tujuanya agar Pramuka meresapi pengorbanan, perjuangan serta mewarisi keihklasan para pahlawan untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujar Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Bidang Pembinaan Anggota Muda di Jakarta, Jumat (24/8/2018).

Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Tengah ini mengimbau agar kegiatan renungan suci di Gerakan Pramuka dilestarikan. Seyogianya para pembina Pramuka menjelaskan nilai-nilai pengorbanan dan kontribusi para pahlawan sebelum dilakukan renungan.

Diketahui, setiap peringatan Hari Pramuka selalu ada kegiatan ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan dalam rangkaian acaranya. Seperti pada Hari Pramuka ke-57, Ketua Kwarnas Adhyaksa Dault memimpin upacara dan ziarah di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (5/8/2018). Ziarah itu diikuti sekitar 500 anggota Gerakan Pramuka.

Adhyaksa meletakkan karangan bunga sebagai simbol penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur membela bangsa Indonesia. Lalu, pria berkumis ini bersama rombongan berdoa dan melakukan tabur bunga ke sejumlah makam pahlawan. Di antaranya, Letnan Jenderal TNI M. Sarbini Martodiharjo (Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka 1974–1978), Hasri Ainun Besari (istri BJ. Habibie), Jenderal TNI Ahmad Yani (Pahlawan Revolusi).

Saat tiba di makam Jenderal TNI Ahmad Yani, Adhyaksa menceritakan sosok dan jasa-jasanya. Ia juga menceritakan kepada Pramuka mengenai kekejaman komunis (PKI). Pahlawan revolusi ini salah satu yang menjadi korban peristiwa G30S/PKI.

“Musuh bangsa Indonesia yang pertama adalah komunis, musuh yang kedua adalah kemelaratan (kemiskinan). Bangsa ini tidak boleh melarat. Adik-adik sekalian ingat-ingat itu ya,” ungkap Ketua Umum DPP KNPI periode 1999-2002 ini.

“Orang yang lahir ke dunia ini, jika kita tidak mau melihat masa lalu, maka dia akan menjadi bayi seumur hidup. Kalau mereka (para pahlawan) tidak mengorbankan dirinya, kalian tidak akan bisa memakai baju Pramuka seperti sekarang ini. Kalian tidak bisa hidup seperti ini. Ini harus diingat betul ya. Komunis itu menjelma di mana-mana,” pungkasnya. (MSA/AK)

Kirim Komentar

Agenda Kegiatan

No results found.

FACEBOOK

Twitter

adhyaksadault.info-kartun adhyaksa Olah Raga 3
Read previous post:
100 Kambing dan 15 Sapi Disalurkan Gerakan Pramuka ke Somalia dan Kenya

SOMALIA – Eko Sulistio, Andalan Nasional Kwarnas Gerakan Pramuka saat ini berada di Somalia setelah sebelumnya selama dua minggu membantu...

Close