JAKARTA – Pramuka Indonesia kembali meraih prestasi di tingkat internasional. Kali ini penghargaan sebagai Messengers of Peace (MoP) Hero dari World Scout Bureau – Asia Pacific Regional Support Centre atau Kantor Kepramukaan Kawasan Asia-Pasifik. Adalah Kak Harris Nizam, peraih penghargaan tersebut. Pria yang dikenal sebagai sutradara film ini dikenal aktif menyebarkan pesan perdamaian di berbagai daerah melalui media film.

Kepada Humas Kwarnas Gerakan Pramuka, Kak Harris mengaku sempat terkejut saat dikabarkan dirinya mendapat penghargaan MoP Hero untuk regional Pramuka Asia Pasifik. Sebab, ia tidak pernah berharap mendapatkan penghargaan apa pun. Yang ia lakukan hanyalah terus berbuat sesuatu menyebarkan pesan perdamaian kepada masyarakat khususnya anak-anak sekolah.

“Saya sebenarnya juga masih bingung kenapa saya, karena penghargaan seperti ini didapat karena apa yang kita kerjakan diapresias kan ya. Bukan karena kita berbuat sesuatu untuk mendapatkan ini, karena kalau niatnya untuk mendapatkan ganjaran maka kerja kita jadi nggak tulus,” ujar Kak Harris saat dihubungi, Senin (3/9/2018).

Sejak 2013 lalu, Kak Harris berkeliling ke berbagi daerah untuk menyebarkan pesan perdamaian melalui media film yang dia buat berjudul “Hasduk Berpola”. Film kedua Kak Harris ini bercerita tentang perjuangan anak-anak sekolah yang dibalut nuansa nasionalisme dengan mengambil nilai-nilai kepramukaan.

Film ini kemudian terpilih sebagai Film Inspiratif oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2013, Film Favorit di Apresiasi Film Indonesia 2013 mengalahkan 3 nominator lainnya (Habibie & Ainun, 5 Cm dan Tampan Tailor), dan juga terpilih di Educational Screening Program IFF Merlbourne 2015.

“Jadi melalui program Persemaian Nilai Budaya dari Kemendikbud, saya keliling daerah menyebarluaskan film ini ke anak-anak sekolah. Tiap kabupaten pesertanya bisa mencapai 750-1000 untuk anak-anak SMP. Tidak lupa saya selalu memperkenalkan pergerakan MoP kepada mereka. Istilahnya sambil menyelam minum air,” jelasnya.

Dengan penghargaan ini, ia bersyukur ternyata ada pihak luar yang memerhatikan kerja kerasnya selama ini. Ia merasa, dengan penghargaan ini dirinya dituntut lebih aktif dan kreatif menyebarkan pesan perdamaian di masyarakat melalui karya-karya barunya. “Penghargaan bukan untuk saya, tapi untuk Pramuka Indonesia,” jelasnya.

Diketahui, Kwarnas mengadopsi program Messengers of Peace (MoP) untuk menyebarluaskan pesan perdamaian melalui sejumlah kegiatan yang menarik. Program ini diprakasai oleh Raja Swedia Carl Gustaf dan Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz. Saat ini, MoP sebagai program WOSM sudah diterapkan di sebagian besar organisasi kepanduan di masing-masing negara.

Bagaimana di Indonesia? Apakah kegiatan ini sudah berjalan dengan baik?

Koordinator MoP Indonesia Kak Venny Indri Christiyanti mengungkapkan, Gerakan Pramuka telah melaksanakan Program MoP sejak tahun 2011. Ada tujuh daerah yang aktif melaksanakan program tersebut yakni, Kwarda DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, dan Sumatera Barat.

“Setiap daerah itu memiliki koordinator MoP, dan mereka mengadakan kegiatan dengan bervariasi, tidak harus sama. Sesuai kondisi dan kebutuhan daerahnya,” ujar Venny

Misalnya, jelas dia, di DKI Jakarta ada program Clean and Green River for a Better Future, di Banten ada Flower Garden, di Jawa Barat ada The Use of Bamboo for Sutviveh, di Jawa Timur ada Scouts Coral Restoration, Jawa Tengah ada Mangrove for Life, D. I. Yogyakarta ada Preserving Local and Traditional Culture, dan Sumatera Barat ada Embroidery to Improve Life.

“Sejak tahun 2011 hingga kini pelaksanaannya berjalan dengan baik, sehingga jaringan MoP di daerah-daerah terus berkembang, terutama sejak dilaksanakannya International Scout Peace Camp pada bulan April 2013 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, serta Messengers of Peace Team Indonesia Gathering pada bulan April 2014,” terangnya.

Kemudian pada tahun 2015, Kak Veny menyebut MoP Indonesia mendapat amanah untuk menjalankan program “Disaster Preparedness and Community Service”, One Scout One Mask, juga Scout Journey for Peace, yang merupakan program swadaya. Di tahun yang sama, MoP Dance yang merupakan kreasi anak bangsa ditampilkan pada 25th Asia-APacific Regional Scout Conference di Gwangju, Korea Selatan.

Kak Venny menandaskan, pada saat Jambore Nasional X tahun 2016 di Cibubur lalu, Messengers of Peace menjadi pemateri utama dalam Zona Perdamaian di Kampung Global Development Village (GDV). Tahun 2017, MoP Indonesia berpartisipasi dalam Free Time Activity Raimuna Nasional XI di Cibubur.

“Tujuan dari MoP sendiri secara lebih spesifik adalah menginspirasi dan memotivasi anggota Pramuka seluruh dunia untuk terus menerus berbuat kebaikan dalam bentuk apa pun, dalam ruang lingkup terkecil dan dimulai dari sendiri, yang pada akhirnya bermuara dalam satu tujuan sama, yaitu membantu mewujudkan dunia yang lebih baik,” jelasnya.

Kegiatan MoP tidak hanya dilaksanakan di Indonesia, melainkan juga di 24 negara se-Asia Pasifik dan negara-negara lain di bawah naungan Organisasi Kepanduan Dunia (WOSM). (HA/AK)

Kirim Komentar

Agenda Kegiatan

No results found.

FACEBOOK

Twitter

adhyaksadault.info-kartun adhyaksa Olah Raga 3
Read previous post:
Adhyaksa Dault Ajak Mahasiswa Baru Trisakti Jauhi Narkoba

JAKARTA - Banyak cara untuk memotivasi mahasiswa-mahasiswi baru. Salah satunya dengan menghadirkan alumni almamaternya yang telah berhasil meniti karier, dalam...

Close